BAB II, APAKAH PAHALA TAHLILAN TIDAK SAMPAI KEPADA SI MAYIT?

Saudara – saudara kita yang menolak Tahlilan menganggap baca’an Al Qur’an, Dzikir, dan Shodaqoh makanan dalam Tahlilan yang dihadiahkan untuk si mayyit sia- sia belaka dan pahalanya tidak sampai kepada si mayyit,  karena seorang yang telah meninggal dunia akan terputus seluruh amal perbuatannya kecuali tiga perkara :

  1. Shodaqoh Jariyah
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Anak sholeh yang senantisa mendoakan kedua orang tuanya

Ketiga perkara diatas berdasarkan Hadits Rasululullah :

 

عن أبى هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صل الله عليه وسلم: إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له (رواه مسلم)

 

Dari Abu Hurairah R.A berkata, Rasulullah SAW bersabda : jika anak adam (manusia) meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakannya (H.R. Muslim)

 

JAWABAN  KAMI :

 

Perlu diketahui bahwasanya ketiga perkara diatas bukanlah harga mati bagi manusia yang telah meninggal untuk mendapat kebaikan dari manusia lain yang masih hidup, karena Rasulullah bersabda dalam hadits diatas dengan perkata’an انقطع عمله (terputus amal perbuatannya) dan bukan berkata انقطع العمل له (terputus amal perbuatan untuknya) maka daripada itu do’a saudara seiman bermanfaat untuk muslim yang lain meskipun telah meninggal dunia, Allah SWT berfirman dalam surat Al Hasyr ayat 10:

 

 

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌٌ

Artinya : Dan orang -orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdo’a: wahai Tuhan kami ampunilah kami dan saudara – saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhdap orang orang yang beriman, ya tuhan kami sesungguhnay engkau maha penyantun lagi maha penyayang

 

Dalam Ayat diatas kalimat :”saudara saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami” adalah umum untuk mereka yang telah meninggal ataupun yang masih hidup.

 

Berikut kutipan fatwa Ibnu Taimiyah mengenai masalah ini dan Hadits 3 amal perbuatan diatas diatas dalam Kitab Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jilid 24 halaman 170

ليس فى الحديث أن الميت لا ينتفع بدعاء الخلق له, وبما يعمل عنه من البر, بل أئمة الإسلام متفقون على انتفاع الميت بذالك, وهذ مما يعلم بالإضطرار من دين الإسلام, وقد دل عليه الكتاب والسنة و الإجماع, فمن خالف ذالك كن من أهل البدع

Hadits diatas tidak bermakna bahwa mayit tidak mendapat manfaat dari do’a orang lain untuknya, serta amalan baik yang ditujukan kepadanya, bahkan Imam umat Islam sepakat bahwasanya mayyit mendapat manfaat dari itu semua, dan hal ini termasuk kedalam idtiror agama Islam, dan mereka (imam- imam umat Islam) berdalil dari Kitab, Sunnah, dan Ijma’ barang siapa yang mengingkari itu semua maka mereka termasuk ahli bid’ah

 

Kemudian dihalaman 178 Ibnu Taimiyah ditanya tentang menghadiahkan baca’an Qur’an, Dzikir dan Shodaqoh untuk orang yang telah meninggal, dan beliau menjawab:

 

يجوز إهداء ثواب العبادات المالية, والبدنية إلى موتى المسلمين. كما هو مذهب أحمد, و أبى حنيفة, و طائفة من أصحاب المالك والشافعى

 

“Boleh menghadiahkan pahala dari ibadah harta benda (shodaqoh, zakat) dan ibadah badaniyah (sholat, dzikir, baca’an Al Qur’an, puasa) sebagaimana madzhabnya imam Ahmad, imam Abu Hanifah, dan sebagian ulama madzhab Maliki dan Syafi’ie”.

 

Masih di kitab yang sama halaman 180 Ibnu Taimiyah ditanya bagaimana jika seseorang membaca kalimat Tahlil (la ilahaillallah) kemudian dihadiahkan kepada orang lain yang telah meninggal, dan beliau menjawab :

 

إذا هلل الإنسان هكذا: سبعون ألفا, أو قل, أو أكثر, و أهديت إليه, نفعه الله بذالك

 Jikalau seseorang bertalil seperti ini : 70 ribu kali, atau lebih sedikit, atau lebih banyak, kemudian dihadiahkan untuknya (si mayyit) dan seperti itu Allah memberikan manfaat untuk si mayyit dengannya (tahlil 70 Ribu kali).

 

Islam tidak hanya menganjurkan untuk mendoakan si mayyit, bahkan disetiap amalan ibadah kita, Islam menganjurkan untuk menghadiahkan pahalanya kepada saudara -saudara kita, Sebagaimana perkataan Imam Nawawi dalam kitab Futuhat Robbaniyah Syarhul Adzkar Nawawi Juz 4 hal 205

وقال الإمام النووي في كتابه الأذكار: فالإختيار أن يقول القارئ بعد الفراغ اللهم أوصل ثواب ما قرأته إلي فلان

Imam Nawawi berkata: menjadi pilihan untuk orang yang membaca Qur’an berdo’a di akhir baca’annya: “ya Allah sampaikanlah pahala dari apa apa yang telah aku baca untuk si fulan”

 

Banyak sekali ayat -ayat Al Qur’an yang memerintahkan kita untuk memohon ampunan bagi saudara -saudara kita seiman yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, diantaranya sebagai berikut:

واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات

Dan mintalah ampunan untuk dosamu dan orang orang yang beriman laki laki dan perempuan (Q.S Muhammad : 19)

ربنا اغفرلى ولوالدي وللمؤمنين يوم يقوم الحساب

Wahai Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan orang orang yang beriman di hari perhitungan (Q.S. Ibrahim: 19)

رب اغفرلى ولوالدي ولمن دخل بيتى مؤمنا وللمؤمنين والمؤمنات

 

 

Ya Tuhanku ampunilah aku, kedua  orang tuaku , orang orang yang memasuki rumahku dengan beriman dan orang -orang yang beriman laki -laki ataupun perempuan. (Q.S. Nuh : 28)

 

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌٌ

Dan orang orang yang dating sesudah mereka (muhajirin dan anshar) mereka berdo’a: ya tuhan kami beri ampunlah kami dan saudara – saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhdap orang orang yang beriman, ya tuhan kami sesungguhnay engkau maha penyantun lagi maha penyayang (Q.S. Al Hasyr Ayat 10)

 

 

Pahala shodaqoh yang dihadiahkan untuk si mayyit pun akan sampai kepada tujuannya, Berikut ini kami paparkan Hadits -Hadts yang menerangkan bahwasanya pahala shodaqoh yang dihadiahkan untuk si mayyit juga bermanfaat untuk si mayyit:

 

Shohih Muslim Hadits ke 1630:

 

عن أبى هريرة : أن رجلا قال للنبي صل الله عليه وسلم: إن أبى مات ولم يوص, أينفعه إن تصدقت عنه؟ قال نعم

Dari Abu Hurairah R.A. bahwasanya seorang laki -laki bertanya kepada Nabi S.A.W, sesungguhnya ayaku meninggal dan belum berwasiat, bolehkan aku bershodaqoh untuknya? Nabi S.A.W. Menjawab: Iya Boleh

 

وفى سنن دار القطنى  : أن رجلا سأل النبى صل الله عليه و سلم فقال: يا رسول الله, إن لى أبوان وكنت أبر هما حال حياتهما. فكيف بالبر بعد موتهما؟ فقال النبى صل الله عليه وسلم: إن من بعد البر أن تصلى لهما مع صلاتك, و أن تصوم لهما مع صيامك, وأن تصدق لهما مع صدقتك,

Dan di dalam Sunan Darul Quthniy disebutkan: ada seorang laki- laki bertanya kepada Nabi S.A.W: wahai Rasulullah sesungguhnya saya memiliki kedua orang tua yang sangat aku patuhi, maka bagaimana cara berbakti kepda keduanya ketika mereka telah meninggal?  Maka Nabi S.A.W. bersabda: sesungguhnya salah satu dari bentuk kebaktian adalah sholat untuk mereka diantara sholatmu, dan bershodaqoh untuk mereka diantara shodaqohmu.

Saudara saudara kita berpendapat bahwa do’a sealain dari anak si mayyit atau selain dari keluarga si mayyit tidak akan sampai kepada si mayyit, pendapat mereka sepertinya harus dibenahi, karena Rasulullah juga berdo’a kepada si mayyit meskipun bukan dari keluarga Beliau, Berikut Hadits- hadits Rasulullah yang mengisahkan bahwasanya Rasulullah SAW juga berdo’a untuk orang yang telah meninggal meskipun bukan dari saudara Rasul.:

 

Dari Jami’ Shohih Bukhori juz 1 Hadits ke 218 halaman 87 cetakan Maktabah Salafiyah Kairo Mesir

 

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ ‏”‏ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ‏”‏‏.‏ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً، فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ، فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ ‏”‏ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا ‏

 

Dari Ibnu Abbas R.A berkata : suatu hari Rasulullah SAW melewati dua kuburan kemudian berkata : sesungguhnya mereka (yang ada dalam kedua kuburan ini) disiksa didalam kuburnya, dan siksa itu dikarenakan dosa besar, salah satu diantara keduanya tidak mencegah cipratan air kencing ketika buang air kecil, yang satu lagi adalah pengadu domba. kemudian beliau mengambil pelepah kurma kering dan mematahkannya menjadi dua bagian dan menancapkannya kepada masing masing kuburan tersebut. kami bertanya : wahai Rasulullah kenapa engkau melakukan itu? beliau menjawab, “semoga keduanya diringankan dari adzab kubur”..

 

Dari kitab Is’adur Raaiy Bi Afrad Warawaid Annasa’I juz 1 halaman 136 dalam bab permohonan ampunan untuk orang orang yang beriman,  terbitan Darul Kutub Al Ilmiyyahbeirutlebanon:

 

عن أبى هريرة قال: لما مات النجاشي قال النبى صل الله عليه و سلم: “استغفروا له”

 

Dari Abu Hurairah R.A. berkata : ketika salah seorang Najasyi meninggal, Rasulullah SAW bersabda: “kalian semua mintalah ampunan untuknya”.

 

 

Dari kitab Addibaaj Ala Shohihi Muslim Juz 3 halaman 38 cetakan Dar Ibnu Affan tentang Do’a Rosulullah SAW. Untuk mayyit

اللهم اغفرله واعف عنه وعافيه واكرم نزله ووسع مدخله واغسله بماء وثلج وبرد ونقه من الخطايا كما ينق الثوب الأبيض… من الدنس وأبدله دارا خيرا من داره واهلا خيرا من أهله وزوجا خيرا من زوجه وقه فتنةالقبر وعذاب النار

Ya Allah ampunilah dia, maafkanlah, sejahterakanlah dia, muliakanlah tempatnya, perluaslah tempat masuknya, mandikanlah dia dari kotoran dengan air dan es, gantikanlah dia dengan tempat yang baik, dinginkanlah, dan sucikanlah dia dari kesalahan kesalahan sebagaimana sucinya pakaian yang putih dari rumahnya, dan keluarga yang baik dari keluarganya, dan istri yang baik dan peliharalah dia dari fitnah qubur dan adzab neraka

 

Dari Shohih Muslim Hadits no 1695, dikisahkan bahwa seorang bernama Maiz Bin Malik mengaku telah berzina, kemudian Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk merajamnya,  dua atau tiga hari kemudian Rasulullah S.A.W menyapa segerombolan orang yang merajam Maiz kemudian bersabda :

استغفروا لماعز بن مالك, فقالوا : غفر الله لماعز بن مالك, فقال رسول الله صل الله عليه و سلم :” لقد تاب توبة لو قسمت بين أمة لوسعتهم”

Mintalah kalian semua ampunan untuk maiz, mereka berkata : Allah telah mengampuni Maiz Bin Malik, kemudian Rasulullah SAW bersabda: telah bertaubat dengan taubat jikalau dibagikan kepada suatu umat akan terpenuhi semua.

 

 

Adapun dalam Tahlilan baca’an Al Qur’an yang dibaca adalahsuratyasin dan bukannyasuratsuratyang lain Karena Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk membacakan Yasin keapada orang yang telah meninggal. Berikut kami paparkan Hadits -Hadits beliau:

 

عن أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال من دخل المقابرفقرأ سورة يـس خفف الله عنهم وكان له بعدد من فيها حسنات

 

Dari Anas R.A. bahwa Rasulullah SAW bersabda: barang siapa yang memasuki Kuburan kemudian membaca surat Yasin, maka Allah meringankan mereka (ahli kubur) dan bagi orang yang membacanya  mendapatkan kebaikan sebanyak kebaikan orang orang yang didalam kubur (HR. Abdul Aziz, murid al-Khallal, dan disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam al-Mughnî).

 

حديث معقل بن يسار رضي الله عنه قال قال النبي صلي الله عليه وسلم إقرأوا يـس علي موتاكم

Hadits Mu’qil Bin Yasar RA. Berkata: Rasulullah SAW bersabda: bacakanlah surat yasin atas jenazah kalian (sunan Abu Dawud no 3121, sunan ibnu majah no 1448, dan ibnu hibban no 3002)

 

وري الإمام أحمد والبيهقي: عن معقل بن يسار رضي الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال: قلب القرآن يـس ، لا يقرأها رجل يريد الله والدار الآخرة إلا غفر الله له ، إقرأوها علي موتاكم

Dan diriwayatkan dari Imam Ahmad Al Baihaqi: dari Mu’qil Bin Yasar RA. Dari Nabi SAW, bersabda: hatinya Al Qur’an adalah surat Yasin, tidakpun seseorang yang membacanya yang mengininkan Allah dan Akhirat kecuali Allah mengampuninya, bacakanlah dia (yasin) atas jenazah diantara kalian. (At Taaj Al Jami’ Lil Ushul juz 4 hal 21)

 

 

عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم “ما من ميت يموت ويقرأ عنده يـس إلا هون الله تعالي عليه

Dari Abu Darda’ Rasulullah SAW bersabda: tidak ada seorang mayyit yang meninggal dan dibacakan padanya surat Yasin kecuali Allah meringankan untuknya. (Al Mathalib Al Aliyah Juz 1 Hal 315/806)

 

Saudara saudara kita berkilah bahawasanya seluruh Hadits tentang keutama’an dan fadhilah Surat Yasin tersebut diatas adalah Hadits Dhoif (lemah), tidak boleh dijadikan sandaran amalan bagi muslim.

 

Jawaban kami:

  1. Hadits “Bacakanlah surat Yâsîn atas orang-orang yang meninggal diantara kalian.” menurut fatwa dari Lembaga Fatwa Mesir adalah Hadits Shohih yang dihohihkan oleh Ibnu Hibban.
  2. Dhoif tidaknya Hadits diatas tidak berpengaruh terhadap pembahasan bab ini bahwa baca’an Al Qur’an yang dihadiahkan untuk si mayyit pahalanya sampai dan bermanfaat untuk si mayyit, dansuratYasin adalah bagiansuratdari Al Qur’an. Maka membacasuratmanapun dari Al Qur’an yang dihadiahkan untuk si mayyit adalah boleh.

 

Saudara saudara kita juga berkilah bahwasanya baca’an Qur’an dan Dzikir yang dihadiahkan untuk si mayyit memang sampai kepada si mayyit, namun cara yang digunakan seperti dalam tahlilan tidak pernah dicontohkan  oleh Rasulullah adalah Bid’ah maka karena caranya Bid’ah pahalanya tidak sampai kepada si mayyit,

 

Jawaban kami: bid’ah tidaknya tahlilan telah kita bahas di bab sebelumnya yang intinya Tahlilan bukanlah bid’ah yang sesat, maka menghadiahkan bacaan Al Qur’an entah sendiri sendiri atau melalui acara Tahlilan pahalanya akan tetap sampai kepada si mayyit.

 

Saudara -saudara kita yang berpendapat bahwa baca’an Al Qur’an, baca’an Tahlil, Tahmid, dan shodaqoh makanan dalam Tahlilan yang dihadiahkan untuk si mayyit tidak bermanfaat untuk si mayyit jelas bertentangan dengan Al Qur’an, Hadits Nabi, dan Ijma’ ulama’ maka yang demikian itu sungguh pendapat yang perlu diluruskan karena bertentangan dengan Al Qur’an, Hadits, dan Ijma’ Ulama’.

Posted on December 7, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: