BAB III, APAKAH BERDZIKIR BERJAMAAH DILARANG?

Saudara -saudara kita yang menolak Tahlilan berpendapat bahwasanya berdzikir berjama’ah dilarang oleh Allah dan Rasulnya, sementara Tahlilan identik dengan dzikir berjama’ah.

 

Pelarangan berdzikir berjama’ah bersandar pada Atsar Shohabah (Bukan Hadits Nabi) yang diriwayatkan oleh Ad Darimi dalam kitab Al Muqaddimah atsar no 204. yang berbunyi sebagai berikut:

 

خْبَرَنَا اْلحَكَمُ بْنُ المُبَارَكِ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَ قَالَ سَمِعْتُ أَبِيْ يُحَدِّثُ عن أبيه قال كنا نجلس علي باب عبد الله بن مسعود قبل الصلاة الغداة فإذا خرج مشينا معه إلي المسجد فجاعنا أبو موسي الأشعري فقال أخرج إليكم أبو عبد الرحمن بعد قلنا لا فجلس معنا حتي خرج فلما خرج قمنا إليه جميعا فقل له أبو موسي يا أبا عبد الرحمن إني رأيت في المسجد انفا أمرا أنكرته ولم أر والحمد لله إلا خيرا قال فما هو فقال إن عشت فستراه قال رأيت في المسجد قوما حلقا جلوسا ينتظرون الصلاة في كل حلقة رجل وفي أيديهم حصي فيقول كبروا مائة فيكبرون مائة فيقولوا هللوا مائة فيهللون مائة ويقول سبحوا مائة فيسبحون مائة قال فماذا قلت لهم قال ما قلت لهم شيئا انتظار رأيك وانتنظر أمرك قال أفلا أمر تهم أن يعدوا سيئا تهم وضمنت لهم ألا يضيع من حسناتهم ثم مضي ومضينا معه حتي أتي حلقة من تلك الحلق فوقف عليهم فقال ما هذا الذي أراكم تصنعون قالوا يا أبا عبد الرحمن حصي نعد به التكبير والتهليل والتسبيح قال فعدوا سيئاتكم فأنا ضامن أن لا يضيع من حسناتكم شيئ ويحكم يا أمة محمد ما أسرع هلكتهم هؤلاء صحابة نبيكم صلي الله عليه وسلم متافرون وهذه ثيابه تبل وانيته لم تكسر والذي نفسي بيده إنكم لعلي ملة هي أهدي من ملة محمد أو مفتتحو باب ضلالة قالو والله يا أبا عبد الرحمن ما أردنا إلا الخير قال وكم من مريد للخير لن يصيبه إن رسو ل الله صلي الله عليه وسلم حدثنا أن قوما يقرون القران لايجاوز تراقيهم

Yang artinya:

Telah mengkabarkan kepada kami Al-Hakam bin Mubarrak,telah mendengar: aku:” menceritakan kepada kami Umar bin Yahya ia berkata “ayahku mengisahkan dari ayahnya ia berkata : ” kami duduk didepan pintu rumah Ibni Mas`ud sebelum shalat shubuh, apabila beliau keluar kami berjalan bersamanya menuju masjid, (ketika kami sedang menanti beliau ) datanglah Abu Musa al asyar`I seraya bertanya “apakah Abu Abdurrahman telah keluar ? belum, jawab kami, maka beliaupun duduk bersama kami menunggu sampai Ibnu Mas`ud keluar ketika beliau keluar kami semua berdiri, lalu Abu Musa bertanya Hai Abu Abdurrahman! sungguh tadi dimasjid aku melihat suaktu perkara yang aku ingkari, namun secara sekilas nampaknya hal itu baik, apaitu ? tanya Ibnu mas`ud, ia Abu Musa menjawab “sekiranya engkau dikarunia umur panjang engkau akan melihatnya, dimasjid aku melihat sekelompok orang duduk-duduk membentuk beberapa halaqah, mereka sedang menunggu shalat, setiap kelompok tersebut dipimpin oleh seorang sedang tangan mereka memegang batu kerikil, pimpinan jamaah tersebut berkata kepada jamaahnya : bertakbirlah seratus kali! maka mereka bertakbir seratus kali, lalu ia berkata lagi : bertahlilah seratus kali! maka merekapun bertahlil seratus kali, maka ia berkata lagi : ”bertasbilah seratus kali! Maka mereka bertasbih seratus kali, Ibnu Masud bertanya kepada kepada Abu Musa: ”lalu apa yang engkau katakan kepada mereka ?aku tidak berkomentar apa-apa menunggu pendapat dan perintah darimu ,”jawab Abu Musa “tidakkah engkau perintahkan mereka untuk menghitung dosa-dosa dan engkau jamin bahwa perbuatan baik mereka tak akan sirna sedikitpun ? ” kata Ibnu Masud. maka berangkatlah beliau Ibnu masud dan kamipun memgikutinya hingga beliau sampai kepada salah satu halaqah tersebut, lalu beliau memberhentikan mereka seraya berkata “Hitunglah dosa-dosa kalian maka aku menjamin bahwa amalan baik kalian tidak akan sia-sia, celakalah kalian wahai umat Muhammmad, alangkah cepatnya kalian menuju kebinasaan ,padahal para sahabat Nabi kalian masih banyak, dan bejana-bejana mereka belum pecah, Demi jiwaku yang berada ditanganya ! kalian berada diatas Agama yang lebih baik dari agama Nabi Muhammad atau kalian pembuka pintu kesesatan ? mereka menjawab : ”Demi Allah hai Abu Abdurrahman ! kami tidak menghendaki kecuali kebaikan : maka beliau mengatakan “berapa banyak orang yang menghendaki kebaikan tetapi ia tidak mendapatkan

 

Atsar shohabah diatas menceritakan ada sekelompok orang yang berdzikir bersama sama dengan menghitung hitungan dzikir dengan kerikil kemudian di ingkari oleh sahabat Nabi  Ibnu Mas’ud, yang menjadi pertanyaannya, apakah yang diingkari Ibnu Mas’ud berdzikir bersama sama ataukah menghitung hitungan dzikir dengan kerikil?

 

 

JAWABAN KAMI:

 

Menurut hemat kami pengingkaran shahabat ‘Abdullah ibn Mas’ud adalah apa yang dikerjakan oleh mereka, yaitu menghitung dzikir dengan kerikil. Bukan pada membaca Takbir, Tahlil Dan Tahmid seratus kali bersama-sama, alasannya adalah:

 

1. Sebagaimana Atsar yang diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah juz II halaman 391 Sanad dan matannya sebagai berikut:

 

– حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ إبْرَاهِيمَ ، قَالَ : كَانَ عَبْدُ اللهِ يَكْرَهُ الْعَدَدَ وَيَقُولُ : أَيُمَنُّ عَلَى اللهِ حَسَنَاتِهِ؟.

 

Menceritakan kepada kami Abu Muawiyah, dari a’masy dari Ibrahim, berkata : “Adalah ‘Abdullah (Ibnu Mas’ud), beliau membenci menghitung (dzkir dengan kerikil) seraya bertanya: “Apakah kebaikan-kebaikannya telah diberikan kepada Allah?”

 

2. Dzikir berjama’ah justru sangat dipuji Oleh Rasul, dan bahkan di kitab Shohih Muslim ada satu bab tersendiri tentang keutama’an berdzikir dan membaca AL Qur’an secara berjama’ah . Berikut kami paparkan sebagian Hadits -Hadits beliau:

 

Shohih Muslim Hadits no 2701:

عن أبي سعيد الخدري، قال‏:خرج معاوية على حلقة في المسجد‏.‏ فقال‏:‏ ما أجلسكم‏؟‏ قالوا‏:‏ جلسنا نذكر الله‏.‏ قال‏:‏ آلله‏!‏ ما أجلسكم إلا ذاك‏؟‏ قالوا‏:‏ والله‏!‏ ما أجلسنا إلا ذاك‏.‏ قال‏:‏ أما إني أستحلفكم تهمة لكم‏.‏ وما كان أحد بمنزلتي من رسول الله صلى الله عليه وسلم أقل عنه حديثا مني‏.‏ وإن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج على حلقة من أصحابه‏.‏ فقال ‏”‏ما أجلسكم‏؟‏‏”‏ قالوا‏:‏ جلسنا نذكر الله ونحمده على ما هدانا للإسلام، ومن به علينا‏.‏ قال ‏”‏آلله‏!‏ ما أجلسكم إلا ذاك‏؟‏‏”‏ قالوا‏:‏ والله‏!‏ ما أجلسنا إلا ذاك‏.‏ قال ‏”‏أما إني لم أستحلفكم تهمة لكم‏.‏ ولكنه أتاني جبريل فأخبرني؛ أن الله عز وجل يباهي بكم الملائكة‏”‏‏.

 

Dari Abu Sa’id Al Khudry berkata: Muawiyah keluar ke khalaqoh masjid dan berkata:

Dan sesungguhnya Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wasallam- keluar (melewati) satu lingkaran dari shahabat beliau. Lalu beliau bertanya: “Apakah yang menjadikan kamu duduk ?”. Merekapun menjawab: “Kami duduk berdzikir kepada Allah. Kami memuji-Nya atas hidayah dan anugerah-Nya kepada kami (yaitu) agama Islam”. Rasulullah bertanya: “Adakah karena Allah, tiada sesuatu yang membuat kamu duduk kecuali hal itu ?’.  Mereka menjawab: “Demi Allah, tiada sesuatu yang membuat kami duduk kecuali hal itu”. Rasulullah bersada: “Adapun sesungguhnya aku tidak meminta kamu sumpah karena mencurigai kamu. Akan tetapi Jibril datang kepadaku. Dia mengabarkan bahwa Allah -‘Azza wa Jalla- membanggakan kamu kepada malaikat“.

 

Shohih Muslim No: 2699

عن أبي هريرة‏.‏ قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏”‏ ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله، يتلون كتاب الله، ويتدارسونه بينهم، إلا نزلت عليهم السكينة، وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة، وذكرهم الله فيمن عنده‏.‏ ومن بطأ به عمله، لم يسرع به نسبه‏”

 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: tidak akan berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah, membaca kitab Allah (Al Qur’an) dan saling mengajarkannya diantara mereka, kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dan tercurah kepada mereka rahmat, dan malaikat mengelilingi mereka, dan Allah mengingat mereka sebagaimana mereka mengingat Allah, dan barang siapa yang karena dengannya (berdzikir berjamaah) pekerjaannya tertunda, maka Allah tidak akan mempercepat kematiannya.

 

Adapun tentang hitungan Tasbih dengan menggunakan kerikil, Ibnu Taimiyah sendiri menganggap hal itu sebagai hal yang baik, dan banyak para Sahabat yang melakukan hal tersebut, bahkan Nabi pernah menyaksikan Ummul Mukminin bertasbih menggunakan kerikil, dan dikisahkan pula bahwa Abu Hurairah juga bertasbih dengannya (kerikil) (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah juz 22 hal 297)

 

Dari Hadits dan Fatwa Ibnu Taimiyah diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa berdzikir berjama’ah tidaklah dilarang oleh Rasul, bahkan sangat dipuji, adapun sahabat Ibnu Mas’ud mengingkari perkara tersebut dikarenakan yang diingkari adalah menghitung hitungan dengan kerikil, dan bukan pada berdzikir berjama’ah, adapun hitungan tasbih dengan kerikil sendiri Ibnu Taimiyah membolehkan, jadi ada khilaf tentang bertasbih dengan kerikil, toh seandainya yang dibenci oleh Ibnu Mas’ud adalah berdzikir berjama’ah (padahal tidak), maka ada pertentangan antara Atsar shohabah dengan Hadits Nabi, dan di dalam ilmu Mustholah Hadits, Hadits (Perkataan Nabi) harus didahulukan daripada Atsar (Perkataan Shohabah). Karena hadits datangnya dari Nabi, sementara Atsar datangnya dari Sahabat

 

Syeikh Sya’rawi seorang Ulama’ terkemuka di Mesir menegaskan dalam Fatwanya tentang Ibadah Berjama’ah:  (hal 282 dalam buku berjudul Al Fatawa Kullu Maa Yahummul Muslim Fi Hayatihi Yaumihi Wa Ghodihi cetakan Darul Fath tahun 1997)

 

فضل الجماعة عظيم و عميم في حركة الحياة الإسلامية, وإن قبول عبادة الجماعة أشرف عند الله تبارك وتعالى

 

Keuatamaan berjama’ah sangatlah agung dalam gerak gerik kehidupan islami, diterimanya ibadah berjama’ah lebih mulia disisi Allah yang maha agung.

 

Berdzikir membaca Tahlil, Tahmid, Tasbih sangatlah dipuji oleh Allah dan Rasulnya,  berikut kami paparkan ayat Al Qur’an dan hadits Hadits Nabi yang mengupas keutama’an berdzikir, Hadits dan ayat Al Qur’an dibawah ini bermakna ‘aam (umum) dalam artian boleh dilakukan dalam keadaan dan cara apapun, sakit, gembira, sedih, sendiri sendiri, tak terkecuali dengan berjama’ah. Adapun berdzikir di dalam WC dilarang karena memang ada Dalil yang  secara tegas melarang berdzikir di dalam WC, sementara dalil yang melarang berdzikir berjama’ah tidak ada. Bahkan yang ada adalah keutama’an berdzikir berjama’ah.

 

Surat Al A’la ayat 1

 

سبح اسم ربك الذى أعلى

 

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi

 

Surat Al Anfal ayat 45, Surat Al Jumu’ah ayat 10

 

واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون

Dan perbanyaklah mengingat Allah (berdzikir) supaya kamu sekalian beruntung

 

Hadits shohih bukhori no 6403

عن أبى هريرة  أن رسولالله صلى الله عليه و سلم قال من قال لااله الا الله وحده لا شريكله له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير فى يوم مائة مرة كانت له عدل عشر رقاب وكتبت له مائة حسنة ومخيت عنه مائة سيئة وكانت له حرزا من الشيطان يوم ذلك حتى يسمى ولم يات أحد بأفضل مما جاء الا رجل عمل أكثر منه

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah S.A.W bersabda: barang siapa yang mengucap “tiada tuhan selain Allah tiada sekutu baginya, baginya seluruh kekuasaan dan baginyapula segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segalanya” dalam satu hari seratus kali maka seakan akan dia memerdekakan 10 budak, dan dicatat untuknya 100 kebaikan, dan dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia dilindungi dari goda’an syetan dihari itu, dan tidak ada orang yang lebih baik daripada dia dihari itu kecuali orang yang beramal lebih banyak daripadanya.

 

Shohih Bukhori No: 6405

 

عن أبى هريرة  أن رسولالله صلى الله عليه و سلم قال: من قال سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت عنه خطاياه وان كانت مثل زبد البحر

 

Dari Abu Hurairah R.A. Bahwasanya Rasulullah S.A.W. bersabda: barangsiapa yang mengucapkan maha suci Allah dan segala puji untukNya dalam satu hari 100 kali, maka dihapus dosa2nya meskipun seperti buih dilautan.

 

Shohih Bukhori No: 6406

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : كلمتان خفيفتان على اللسان ثقيلتان في الميزان حبيبتان الى الرحمان سبحان الله العظيم  سبحان الله وبحمده

 

 

Dari Abu Hurairah R.A, dari Nabi S.A.W. bersabda: dua kalimat yang ringan di lidah namun berat di timbangan, dicintai oleh Ar Rahman (Allah) : mahasuci Allah yang maha Agung, maha suci Allah dan segala puji untukNya.

 

Hadits sohih bukhori no 6407 keutamaan dzikir

عب أبي موسي رضي الله عنه قال قال النبي صلى الله عليه و سلم مثل الذي يذكر ربه و الذي لا يذكر ربه مثل الحي و الميت

 

Dari Abu Musa R.A. berkata: Rasulullah S.A.W bersabda: perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir, adalah seperti orang hidup dan orang mati

 

Akhir kata, bertasbih, bertahlil adalah bagian dari Ibadah, dan bisa diQiyaskan dengan sholat berjama’ah, karena ‘illahnya sama yaitu ibadah badaniah, mereka yang mengklaim dzikir berjama’ah dilarang hanya berlandaskan pada Atsar Shohabah yang telah kita kaji dan ternyata yang di ingkari bukan terletak dari berdzikir berjama’ahnya, sementara justru banyak Hadits Nabi yang sangat memuji berdzikir berjama’ah.

Posted on December 7, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: